BAKRIE UNTUK NEGERI

“Bakrie Untuk Negeri” adalah sebuah gerakan di kelompok Bakrie tidak muncul dengan sendirinya. Pertama kali, istilah “Bakrie Untuk Negeri” disampaikan oleh Bapak Anindya N. Bakrie dalam acara temu forum CSR Bakrie, Maret 2006. Pada awalnya “Bakrie Untuk Negeri” hanya berlaku sebagai tag line dari aktivitas sosial di Kelompok Bakrie, meliputi perusahaan melalui program CSR dan aktivitas sosial keluarga dalam hal ini yayasan-yayasan yang didirikan keluarga Bakrie.

Aktivitas sosial Kelompok Bakrie, dalam hal ini aktivitas yang dilakukan perusahaan sudah intensif dilaksanakan semenjak Bakrie memulai usahanya tahun 1942. Dengan diresmikannya “Bakrie Untuk Negeri,” pada tanggal 17 Agustus 2007, maka segala aktivitas sosial di Keluarga Besar Bakrie menggunakan payung dan penamaan (brand name) yang sama yaitu “Bakrie Untuk Negeri.”

“Bakrie Untuk Negeri” juga merupakan semangat yang menjiwai komitmen Kelompok Bakrie dalam menjalankan aktivitas dan usahanya memberikan kontribusi kongkrit bagi pembangunan kemanusaiaan, lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Semangat dan Komitmen tersebut merupakan kristalisasi dari falsafah yang dikembangkan ‘Sesepuh’ Keluarga dan Pendiri Kelompok Usaha Bakrie, H. Achmad Bakrie.

“Bakrie Untuk Negeri” sendiri merupakan akumulasi dari nilai dan falsafah yang dikembangkan oleh para pendiri Bakrie & Brothers. Sebagai falsafah, “Bakrie Untuk Negeri” adalah keyakinan kerja Insan Bakrie, yaitu: segenap karyawan, manajemen serta pengurus perusahaan dan yayasan yang tergabung di dalam Kelompok Bakrie, yang dalam setiap kegiatan yang dikerjakan ditujukan untuk memberikan manfaat kepada para stakeholder.

Untuk menyinergikan aktivitas guna mencapai cita-cita luhur dalam memberikan kontribusi terbaik bagi negeri ini telah diresmikan Bakrie Untuk Negeri yang merupakan falsafah atau keyakinan kerja segenap Insan Bakrie dalam menjalankan setiap aktivitasnya. Upaya menyinergikan termasuk didalamnya mengomunikasikan nilai-nilai inti dari Trimatra Bakrie: Keindonesiaan, Kemanfaatan dan Kebersamaan diwujudkan dalam sebuah gerakan yang dikenal dengan Gerakan Bakrie Untuk Negeri.

Gerakan ini ditujukan untuk mendorong menuju masyarakat yang sejahtera dan bermartabat. Gerakan dalam arti tindakan yang terus menerus dilakukan ini, tentunya harus dibekali oleh sebuah kekuatan (power), yaitu keyakinan, nilai dan filosofi.

Pada ulang tahun Bakrie & Brothers ke-69, tahun 2010, filosofi Bakrie Untuk Negeri ini dikukuhkan dalam sebuah dokumen yang dinamakan PIAGAM BAKRIE dan ditandatangani oleh generasi ke-2 Bakrie. Filosofi Bakrie Untuk negeri dikembangkan dalam nilai-nilai inti (core value) Kelompok Bakrie, yaitu Keindonesiaan, Kemanfaatan dan Kebersamaan. Tiga nilai inti ini dirumuskan sebagai Trimatra Bakrie yang merupakan nilai-nilai luhur yang dikembangkan oleh para pendiri Kelompok Usaha Bakrie. Trimatra Bakrie inilah yang akhirnya mendasari “Gerakan Bakrie Untuk Negeri” termasuk bagi perusahaan-perusahaan dan yayasan-yayasan yang berada di lingkungan Kelompok Bakrie.

Selain sebagai gerakan, “Bakrie Untuk Negeri” juga merupakan payung, brandname, komitmen dan falsafah.

Pada Akhirnya…

“Bakrie Untuk Negeri” merupakan persembahan Kelompok Bakrie untuk negeri tercinta sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas anugerah kemerdekaan negeri ini dan ucapan terima kasih kepada negara ini atas kesempatan dalam mengisi ruang kemerdekaan serta bentuk pelayanan kepada masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan kepada kemajuan Kelompok Bakrie.