PEDOMAN

Landasan Pemenuhunan Tanggung Jawabsosial Kelompok Bakrie
( BAKRIE SOCIAL RESPONSIBILITY)

I. Tanggungjawab Sosial Kelompok Bakrie

Bakrie sebagai suatu kelompok yang terdiri atas entitas bisnis dan entitas non bisnis, berkeyakinan bahwa tanggungjawab sosial (social responsibility) harus dipandang, disikapi dan dipenuhi sebagai tanggungjawab yang melekat dalam kehidupan dan kegiatan sehari-hari.

Pada awalnya kegiatan tanggungjawab sosial di Kelompok Bakrie baik di perusahaan ataupun di yayasan berjalan secara sporadis, sontan dan lebih mengejawantahkan nilai-nilai pendiri untuk memberikan manfaat dari setiap aktivitas yang dilakukan. Di Perusahaan, perkembangan kegiatan tanggung jawab sosial yang dikenal dengan tanggung jawabsosial perusahaan (CSR: Corporare Social Responsibility) sangat signifikan. Di era sebelum tahun 2005 kegiatan CSR lebih banyak bersifat charity untuk mendapatkan local lisence atau terjalinnya harmonisasi dengan komunitas di sekitar perusahaan. Setelah itu mulai masuk kepada tahap yang lebih sistematis yaitu kegiatan CSR lebih diarahkan kepada kegiatan pengembangan masyarakat atau yang lebih dikenal dengan community development. Pada tahun 2007, telah ditandatangani sebuah dokumen Pedoman Umum Pelaksanaan CSR di Kelompok Bakrie sebagai standar pelaksanaan kegiatan CSR. Pada tahun 2008, dalam rapat kerja Bakrie Untuk Negeri di Lido, dokumen tersebut direview dan salah satu rekomendasinya adalah perlu dilakukan revisi atas Pedoman Umum itu yang lebih mengutamakan pola hubungan dengan stakeholders luar dari perusahaan.

Pada tahun 2009 ketika dimulai pembahasan mengenai ISO 26000 yang mengatur pemenuhan tangungjawab sosial sebuah institusi, maka perusahaan di Kelompok Bakrie berusaha memahami tanggungjawab sosial sebagai kegiatan menyeluruh dari serangkaian aktivitas perusahaan yang dimulai dari pengelolaan perusahaan (tata kelola perusahaan) samapi dengan pengaturan hubungan dengan satkeholders utama perusahaan baik internal ataupun eksternal. Tidak lama setelah disahkannya ISO 26000, Kelompok Bakrie menggelar Bakrie CSR Conference 2011 yang dilaksanakan di Bandung pada tanggal 10 Juni 2011 menghasilkan “Komitmen Bandung”. Komitmen ini berisi suatu kesepakatan bahwa di dalam upaya memenuhi tanggungjawab sosialnya, maka Piagam Bakrie dan ISO 26000 akan menjadi dasar utama. Ruh dan substansi kedua dokumen tersebut akan mewarnai seluruh aspek pemenuhan tanggungjawab sosial di dalam Kelompok Bakrie, tidak saja bagi perusahaan (CSR) tapi juga bagi entitas non bisnis seperti yayasan dan institusi pendidikan.

Pedoman umum tersebut akan berfungsi sebagai rujukan utama bagi semua organisasi dalam Kelompok Bakrie untuk menyusun dan melakukan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan serta pelaporan program-program terkait pemenuhan tanggungjawab sosialnya, baik di lingkungan perusahaan (CSR) atau pun institusi-institusi non bisnis.

Secara singkat tujuan Pedoman Umum ini adalah:

  • Mengamanatkan bahwa spirit dan rujukan pemenuhan tanggungjawab sosial dalam Kelompok Bakrie didasarkan pada Piagam Bakrie dan ISO 26000.
  • Menetapkan bahwa upaya-upaya pemenuhan tanggungjawab sosial dalam Kelompok Bakrie harus didasarkan pada spirit dan arahan yang dikandung dalam pedoman ini.

Pedoman ini juga merupakan penyempurnaan dari Pedoman sebelumnya, yaitu: Kebijakan Umum CSR Bakrie dan Pedoman Umum Pelaksanaan CSR Bakrie.

II. Dasar

Beberapa landasan yang mendasari Pedoman Umum ini adalah pada Piagam Bakrie dan ISO 26000 yang secara substansial diuraikan dalam tujuh hirarki sebagaimana termaktub di bawah ini.

1. Falsasah Dasar

Falsafah dasar yang digunakan Pedoman Umum ini adalah Bakrie Untuk Negeri.

Falsafah Dasar Bakrie Untuk Negeri diturunkan dari pernyataan Alm H. Achmad Bakrie dalam suatu acara kegiatan sosial PT Bakrie & Brothers: ”Setiap rupiah yang dihasilkan Bakrie, harus dapat bermanfaat bagi orang banyak”.

Bukti dan saksi menunjukan bahwa spirit profesional dan sosial pendiri Bakrie berikut perusahaan yang dipimpinnya telah dijalankan jauh sebelum Bakrie & Brothers menjadi sebuah perseroan terbatas (PT), dan juga terus dijalankan setelah menjadi perusahaan publik (Tbk). Lebih dari itu, seiring berkembangnya kelompok bisnis ini, spirit tersebut juga secara konsisten terus dijalankan oleh perusahaan-perusahaan dalam Kelompok Bakrie.

Dalam amanat Achmad Bakrie di atas, terdapat tiga kata kunci yaitu “Bakrie”, “bermanfaat” dan “orang banyak”. Terjemahan modern dari kalimat tersebut di atas mentransformasi tiga kata kunci tersebut menjadi “Bakrie Untuk Negeri”. Inilah nilai luhur yang akhirnya dijadikan Falsafah Dasar dalam Kelompok Bakrie. Falsafah Dasar ini pula yang menjadi dasar filosofi pemenuhan Tanggungjawab Sosial Bakrie atau Bakrie Social Responsibility.

2. Rujukan Dasar

Rujukan dasar yang digunakan Pedoman Umum ini adalah dokumen Piagam Bakrie.

Teks Piagam Bakrie dapat dilihat pada halaman…

3. Nilai Dasar

Nilai dasar yang digunakan Pedoman Umum ini adalah dokumen Trimatra Bakrie.

Trimatra Bakrie adalah nilai dasar atau core values yang dianut oleh setiap Insan Bakrie dan ditunjukkan dalam keseharian mereka. Secara formal, Trimatra Bakrie merupakan core values yang dianut dan dijalankan oleh semua organisasi dalam Kelompok Bakrie, dan menjadi inspirasi atau dasar dari instrumental values yang dianut dan dijalankan oleh unit organisasi tersebut.

Nilai dasar Trimatra Bakrie terdiri atas tiga matra (dimensi) yakni Keindonesiaan, Kemanfaatan dan Kebersamaan.

Matra KEINDONESIAAN adalah cara pandang, motif dan tindakan Insan Bakrie yang memperkuat semangat kesatuan dalam keragaman.

Matra KEMANFAATAN adalah cara pandang, motif dan tindakan Insan Bakrie yang mengutamakan efektivitas dan efisiensi sumber daya untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik.

Matra KEBERSAMAAN adalah cara pandang, motif dan tindakan Insan Bakrie yang mengedepankan sinergi dalam keragaman

4. Konsep Dasar

Konsep dasar yang digunakan Pedoman Umum ini adalah komponen pembentuk keberadaan Kelompok Bakrie, yakni unsur perusahaan dan institusi-institusi non bisnis di satu sisi, dan keluarga Bakrie di sisi lain.

Pemenuhan tanggungjawab sosial dalam Kelompok Bakrie harus didasarkan pada spirit Gerakan Bakrie Untuk Negeri yang merupakan sinergi kegiatan perusahaan dan yayasan di satu sisi, serta keluarga di sisi lain. Keduanya memiliki ketergantungan moral satu sama lain untuk membangun NKRI dan turut mendorong peningkatan kesejahteraan pemangku kepentingan di mana Bakrie berada atau dengan mana Bakrie terlibat.

Tanggungjawab sosial perusahaan, seharusnya menjadi suatu strategi yang secara sistematis mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan ekonomi, lingkungan dan sosial (3P) yang berkelanjutan melalui proses bisnis (operasional) suatu perusahaan.

5. Prinsip Dasar

Prinsip dasar yang digunakan Pedoman Umum ini diturunkan dari Tujuh Prinsip ISO 26000 dan dikemas menjadi Empat Prinsip Dasar Pemenuhan Tanggungjawab Sosial Bakrie (the Four Principal of Bakrie Social Responsibilities).

a. Menjunjung Akuntabilitas dan Transparansi

b. Berperilaku etis dan menghormati aspirasi pemangku kepentingan

c. Menghormati HAM

d. Menaati peraturan, hukum dan perundang-undangan, termasuk hukum dan norma internasional

6. Isu Utama

Isu utama pemenuhan Tanggungjawab Sosial Bakrie (the Bakrie Social Responsibilities) yang digunakan dalam Pedoman Umum ini adalah sejalan dengan tujuh isu utama yang diusung ISO 26000, yang biasa disebut the Seven Core Subject of ISO 26000.

a. Tata Kelola Organisasi (Organizational Governance)

b. Hak Asasi Manusia (Human Rights)

c. Masalah Ketenagakerjaan (Labour Practices)

d. Lingkungan Hidup (The Environment)

e. Kegiatan Operasi Berkeadilan (Fair Operating Practices)

f. Masalah Konsumen (Consumer Issues)

g. Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (Community Involvement and Development)

7. Landasan Operasional

Landasan operasional yang digunakan Pedoman Umum ini adalah:

a. Platform Program Badan Pengelola Gerakan Bakrie Untuk Negeri atau Platform Gerakan Bakrie Untuk Negeri, terutama dalam konteks sinergi program dan kehumasan (PR/branding).

b. Pedoman Pelaksanaan SR di masing-masing organisasi dengan merujuk kepada Pedoman Pemenuhan SR di Kelompok Bakrie dan visi-misi masing-masing organisasi.