YAYASAN ABURIZAL BAKRIE

Meringankan Beban Masyarakat Dhu’afa dalam Layanan Kesehatan

Yayasan Aburizal Bakrie (Yayasan ArB) bermula dari dari gagasan Aburizal Bakrie, sang pendiri, yang terinspirasi dari beberapa tayangan televisi yang menanyangkan para penderita (pasien) tak dapat menjalani operasi sebagai alternatif pengobatan karena terbentur soal pembiayaan. Kemudian Aburizal Bakrie mengemukakan keinginan untuk membantu meringankan beban para pasien tersebut kepada koleganya, Dr. Fachrial Harahap dan Januar Mangintung pada saat latihan tenis di Club Rasuna.

Sebenarnya niat ini sudah dilakukannya sendiri, namun dengan pertimbangan lain, pengusaha yang kini menjabat sebagai Ketua Partai Golkar merasa belum puas dengan apa yang telah dilakukannya. Apalagi sebagai seorang muslim, beliau diingatkan dengan sabda Rasulullah saw yang berbunyi: “Umatku akan terus hidup dengan baik selama mereka setia dengan sesamanya, mengembalikan yang dititipkan (kepada pemiliknya), dan menyampaikan zakat (dari hartanya); tetapi, bila mereka tidak memenuhi kewajiban-kewajiban ini, maka mereka akan menemui kelaparan dan kekurangan.”

Karena kesibukan beliau, niat luhur tadi baru terealisasi pada tanggal 30 April 2004 dengan dibentuknya Yayasan ArB (Yayasan Aburizal Bakrie) yang mengkhususkan bergerak dibidang kesehatan.

Untuk mengenal lebih jauh profil Yayasan ArB ini, kami dari redaksi MMB berhasil menemui Ketua Yayasan ArB, Januar Mangitung untuk menggali informasi mengenai Yayasan ini.

Visi-Misi Yayasan ArB

Visi:

Membantu meringankan beban masyarakat dhu’afa khususnya di bidang kesehatan; “tindakan medis dan obat-obatan”.

Misi:

  • Mengoptimalkan penyaluran dana yayasan dengan mencari dan menyeleksi kaum dhu’afa yang membutuhkan tindakan medis dan pengobatan, melalui jaringan rumah sakit, dokter-dokter, dan yayasan-yayasan sosial lainnya.
  • Menjamin penyaluran dana yayasan agar sampai kepada yang berhak mendapatkannya.

Yayasan ArB in Action

Pada awal berdirinya Yayasan Aburizal Bakrie (Yay ArB) bertujuan menjalankan misi di bidang kemanusian yang meliputi bidang kesehatan dan bidang pendidikan. Namun pada akhirnya ditetapkan bahwa kegiatan yayasan difokuskan ke bidang kesehatan, sedangkan untuk bidang pendidikan itu sendiri dipilih Yayasan Achmad Bakrie sebagai tempat penyalurannya. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah menyeleksi dan mengoordinir calon penerima bantuan serta mengawasi agar dana yang di salurkan dapat sampai kepada masyarakat yang benar – benar membutuhkan.

Untuk memudahkan dalam memonitor seluruh kegiatan yang telah lakukan, Yayasan ArB juga akan melakukan penyimpanan data (Filing System), berupa database penerima bantuan dan dokumentasi (video dan foto) para penerima bantuan.

Sampai saat tulisan ini disusun, sebanyak lebih dari 200 orang pasien telah menerima sumbangan. Jenis penyakit dan tindakan operasi yang dilakukan sangatlah beragam, meliputi : Pasien dengan diagnosa Operasi Hernia, Torokotomi (Tumor Mediastinium), Radang Otak, tumor, Epiema Pleura Dekstra + kurang gizi berat (marasmus), Chyoltorax Post Operasi, Biderectional Cavo Pulmanary Shunt (BCPS), Fibro Displasia, tumor jantung, katup jantung bocor, Lekeumia, pendarahan di otak yang mengakibatkan stroke, bibir sumbing, katarak mata, Tuberkoloma, tomur di paru-paru, kanker tulang (osteo sarcomon), kandungan bermasalah (janin meninggal pada setiap kehamilan), abortus (bayi meninggal dalam kandungan), usus buntu (operasi), tumor di paha, asma akut, Limfoma Malignum, gagal ginjal, hydrocephalus, Labio Palatoshisis, Polio, dan tumor payudara.

Selain itu Yayasan ArB juga aktif menyalurkan bantuan melalui lembaga lain, seperti:

– Yayasan Jantung Indonesia,

– Yayasan Ahlulbayt (Pemeriksaan kesehatan kepada para anak-anak yatim piatu)

– Yayasan-yayasan lainnya; dan

– Perseorangan (tidak langsung ke pasien)

Bagaimana Prosedur yang Harus Ditempuh bagi Penerima Sumbangan?

Yayasana ArB telah menetapkan syarat-syarat untuk dapat menerima sumbangan, yaitu sebagai berikut :

  1. Melampirkan surat keterangan tidak mampu yang dikeluarkan oleh Kepala Rukun Tetangga (RT), Kepala Rukun Warga (RW), Kelurahan, atau Kecamatan.
  2. Melampirkan copy identitas diri, dan bagi yang masih dibawah umur, dapat di wakilkan oleh orang yang ditunjuk sebagai penanggung jawab.
  3. Bila pasien sudah memilih Rumah Sakit, pemohon harus melampirkan surat dari Dokter atau Rumah Sakit dengan diagnosa mengenai penyakitnya.
  4. Bagi Pasien yang belum menentukan rumah sakit, maka Yayasan ArB akan membantu merekomendasikan rumah sakit, khususnya rumah sakit negeri di sekitar pasien berada.
  5. Setelah semua persyaratan terpenuhi, Yayasan akan mengirimkan salah satu pengurusnya untuk melakukan survey untuk verifikasi data lebih lanjut.