YAYASAN BAKRIE CENTER FOUNDATION

 

ASEAN, inilah kawasan dengan tingkat pertumbuhan yang sangat pesat. Ketika sebagian negara-negara di Eropa maupun Amerika Serikat sedang mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi, dalam 8 tahun terakhir perekonomian negara-negara Asia Tenggara justru tumbuh 4 kali lipat.

Indonesia, merupakan salah satu negara ASEAN dengan perekonomian terbesar di dunia. Saat ini Indonesia berada di peringkat 16 dunia dan tergabung dalam G-20. Tahun 2012 ini, diperkirakan akan menjadi peringkat nomer tujuh terbesar dunia.

Dengan perekonomian terbesar di kawasan ASEAN, wilayah terluas dan jumlah pendudukterbanyak, Indonesia adalah tulang punggung perekonomian ASEAN. Indonesia memainkan peran penting di kalangan negara-negara ASEAN, bahkan tahun 2011 Indonesia di daulat menjadi chairman ASEAN.

Jumlah penduduk dan perekenomian yang besar adalah kekuatan Indonesia, untuk itu Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang kuat dan kompetitif, serta memahami pentingnya peran dan posisi strategis kawasan ASEAN di komunitas global saat ini dan dimasa mendatang.

Namun, setiap tahunnya ada sekitar 2,5 juta lulusan SMA dimana hanya 10% memiliki kesempatan melanjutkan ke perguruan tinggi. Bahkan jumlahnya lebih kecil lagi bagi yg mampu meneruskan ke jenjang S2, apalagi S3. Kondisi yang sungguh memprihatinkan, sehingga sumber daya manusia Indonesia sulit untuk bersaing di dunia internasional.

Dilandasi semangat dan keinginan untuk menjadikan Bangsa Indonesia lebih bersaing di kancah internasional, pada bulan Juli tahun 2010 silam, generasi ketiga Keluarga Bakrie mendirikan Bakrie Center Foundation (Yayasan Bakrie Center) yang dikelola secara professional, sebagai bagian dari Gerakan Bakrie Untuk Negeri.

Mengingat nilai2 yang diajarkan oleh mendiang Haji Achmad Bakrie untuk selalu memberi manfaat dan cinta kepada bangsa dan negara Indonesia, visi utama Bakrie Center Foundation (BCF) adalah untuk mengidentifikasi dan mengembangkan pemimpin-pemimpin muda dari seluruh lapisan masyarakat yang berada di Indonesia, dan memperkuat kapabilitas serta menciptakan talent pool (pusat bakat) yang selanjutnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dua program utama BCF adalah program beasiswa pasca sarjana, Bakrie Graduate Fellowship untuk membangun suatu ekosistem akedemisi unggulan S2 dan Lembaga Pengkajian (research center) tentang Asia untuk mengembangkan wawasan Asia bagi masyarakat Indonesia , terutama para generasi muda.

Sejauh ini telah dikembangkan dua lembaga pangkajian, “Bakrie Chair For Southeast Asian Studies” di Washington DC bekerjasama dengan The Carnegie Endowment For International Peace, dan juga “The Bakrie Professorship In Southeast Asian Policy” di Singapura, bekerjasama dengan Rajaratnam School For International Studies, Nanyang Technological University (NTU).

Program Bakrie Graduate Fellowship (BGF) sendiri saat ini telah menjalin kerjasama dengan sebelas perguruan tinggi dalam negeri (PTN), yaitu Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Udayana, Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Lampung, Universitas Cendrawasih, Universitas Mulawarman, Universitas Andalas.

Sementara untuk universitas di luar negeri, BCF telah bekerjasama dengan Stanford University, California USA dan Nanyang Technological University, Singapore.

Dengan anggaran pertahun sebesar US$ 1,500,000.00 sejauh ini program BGF telah menyalurkan beasiswa penuh untuk 134 mahasiswa pasca sarjana yang berasal dari Indonesia, dan 2 mahasiswa dari negara lain di kawasan ASEAN. Dalam program Lembaga Pengkajian, BCF saat ini telah mempunyai Barry Desker sebagai Bakrie Professor di Nanyang Technological University dan Vikram Nehru sebagai Bakrie Chair di Carnegie Endowment for International Peace.

Dalam pemenuhan program BGF ini, setiap kelompok mahasiswa dari masing masing universitas juga diharuskan untuk melakukan sebuah proyek Community Development di daerahnya, yang berdasarkan falsafah Bakrie, yakni Trimatra: keindonesiaan, kemanfaatan dan kebersamaan.

BCF juga telah meluncurkan sebuah program bea siswa kursus singkat yang khusus diperuntukkan bagi kalangan eksekutif Kelompok Usaha Bakrie, Pejabat pemerintah (PNS) dan militer (TNI/POLRI). Program Bakrie Executive Fellowship membantu pembiayaan para penerimanya untuk study ke berbagai perguruan tinggi terkemuka di dunia, seperti Harvard Business School (Massachussets,USA) , Wharton University (Pennsylvania, USA), London Business School (UK), INSEAD (Singapore), dan Fountainbleau (Prancis).

Tahun 2011 BCF mempublikasi dan mendistribusikan dua jurnal berkaitan dengan topik ASEAN, yaitu “The East Asian Summit 2011: A Special Report” dan “BCF Forum: Indonesia’s Year, ASEAN’s Future”

Diprakarsai dan dipimpin oleh Anindya Novyan Bakrie, Bakrie Center Foundation merupakan salah satu kegiatan amal generasi ketiga Bakrie, dan sepenuhnya dibiayai oleh Keluarga Bakrie.

Melibatkan seluruh anggota generasi ketiga Keluarga Bakrie, kehadiran BCF sebagai bagian inti dari Gerakan Bakrie Untuk Negeri semakin mempertegas komitmen kelompok usaha Bakrie dan Keluarga dalam turut serta memajukan kualitas pendidikan di Indonesia.